Prabowo Janjikan Ketersediaan Pupuk Untuk Petani

Kepada petani yang ada di Mojokerto, Jawa Timur, calon presiden Prabowo Subianto menjanjikan akan ketersediaan pupuk berapapun jumlahnya. Ia berharap para petani tidak rugi dan hasil produksi bisa maksimal.

“Kami sudah menghimpun dan mendata untuk menyediakan pupuk berapa pun jumlahnya kepada para petani. Kami menjamin petani hasil produksinya tidak akan rugi. Berapa pun dibutuhkan, pemerintah akan mampu untuk melindungi seluruh rakyatnya, untuk apa ada pemerintah kalau tidak berani bela rakyat,” ujar Prabowo saat melakukan dialog kebangsaan dengan ratusan petani yang berlangsung di GOR Kota Mojokerto, pada hari Minggu 24 Februari 2019

Prabowo menyatakan, tanggal 17 April mendatang mereka harus bersama-sama merebut kembali kedaulatan Indonesia, jika para petani menginginkan kehidupan yang baik.

“Kekayaan Indonesia saat ini mengalir keluar dan dibiarkan keluar dari bangsa ini. Oleh karena itu, pemerintah selalu ada alasan selalu tidak cukup, untuk pupuk, untuk rumah sakit, untuk benih. Dan celakanya lagi, saya tidak mengerti ada kelompok elite yang hatinya sudah beku dan sifatnya tamak, serakah,” ujar Prabowo lagi

Prabowo juga menjelaskan, karena tanah air Indonesia adalah negara dengan tiga perempat lautan, tapi para elite dengan mudah mengakali rakyat Indonesia dan mengira rakyat Indonesia bisa dibohongi. Hal itu dapat dibuktikan dengan saat ini Indonesia masih impor garam.

“Yang ada adalah mengakali rakyat Indonesia. Oleh karena itu, menjelang tanggal 17 April nanti ada informasi akan ada bagi-bagi sembako, yang uangnya dari rakyat Indonesia,” ujar Prabowo lagi

Sunu Budiman, yang merupakan petani tebu asal Cukir Jombang menyatakan, saat ini petani tebu berharap ada perbaikan kesejahteraan

“Kami mohon supaya bisa mengembalikan rendemen tebu menjadi delapan, sepuluh atau bahkan menjadi 12,” kata Sunu

Untuk meningkatkan hasil pertanian, Hal paling utama disediakan pemerintah adalah bibit dan pupuk. Bibit yang baik ternyata membutuhkan pupuk  agar dapat berbuah maksimal. Oleh karena itu demi mewujudkan kemandirian di bidang pangan, Prabowo menjanjikan kepada petani untuk selalu bisa menjaga ketersediaan pupuk, terutama selama masa tanam.

via Prabowo Janjikan Ketersediaan Pupuk Untuk Petani

credit by #913

Prabowo : Jangankan Membagi Uang, Membagi Kaos pun Kami Tidak Bisa

Para elite di Jakarta sudah kehilangan akal sehat mereka, dalam penilaian Capres 02 Prabowo Subianto. Malahan, ia juga mengatakan, bahwa menjelang Pilpres 17 April 2019, para elite tersebut akan membagi-bagikan uang. Beda sekali dengan tim sukses Prabowo-Sandiaga Uno, Jangankan Membagi uang, untuk sekedar membagi bagi kaos pun tidak bisa karena dana kampanye yang sangat minim

Malahan,Prabowo menegaskan,  baliho dirinya pun hampir tidak ada di jalan-jalan. Hal ini karena ia merasa yakin, di GOR Kesenian Majapahit ada spanduk bergambar dirinya saja baru dipasang kemarin malam.

“Ini paling baliho baru tadi malam dipasang. Iya kan? Baliho dipasang pun banyak dirobek-robek, tapi saya percaya baliho saya ada di hati rakyat Indonesia,” ujar Prabowo menandaskan

Di GOR Kesenian Majapahit, Kota Mojokerto dialog Kebangsaan anatara Capres 02, Prabowo Subianto dengan Asosisasi Petani, Kelompok Tani dan Peternak ini diselenggarakan. Curhatan dari perwakilan petani tebu, padi, jagung dan garam diterima langsung oleh Prabowo, selaku calon presiden 02. Keluhan para petani tersebut juga mendapat tanggapan dari Prabowo melalui pidatonya. Malahan, Prabowo berjanji, bahwa sebelum melihat para petani tersenyum, maka dirinya tidak akan beristirahat.

“Saya selalu katakan elite yang ada di Jakarta itu sudah kehilangan akal sehat. Yang ada di mereka adalah keinginan mengakal-akali rakyatnya sendiri. Mereka memandang rakyat Indonesia bodoh, bisa dibohongi,” ujar  Prabowo menjelaskan, ketika ia menyampaikan pidatonya di GOR Kesenian Majapahit, Jalan Gajah Mada, Kota

Sontak dengan disambut teriakan kata ‘Betul’ dari ratusan relawan dan petani pendukungnya yang hadir di GOR Kesenian Majapahit, kalimat yang dilontarkan Prabowo mendapat tanggapan. Menjelang Pilpres 2019 tanggal 17 April nanti, Prabowo juga mengatakan, bahwa para elit di Jakarta itu akan membagi-bagian uang

“Nanti menjelang tanggal 17, mereka sudah punya niat bagi-bagi uang, bagi-bagi sembako, bagi-bagi ini, bagi-bagi itu. Saudara-saudara sekalian, itu uang rakyat Indonedia sendiri,” tutur Prabowo mengungkapkan, seraya bersuara lantang.

Prabowo SUbianto, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra ini menyatakan dengan tegas, bahwa bagi-bagi uang itu hanya akan membuat senang rakyat Indonesia selama 1-3 hari. Ia juga menganggap, masa depan generasi Bangsa Indonesia malah akan hancur dengan adanya praktik bagi-bagi uang itu, karena uang yang dibagi bagikan akan diusahakan kembali dengan cara cara yang kurang benar.

Prabowo menekankan, bahwa pihak Prabowo-Sandiaga Uno sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk membagi-bagikan uang.

“Kami tidak bisa bagi-bagi uang. Jangankan uang, bagi-bagi kaus pun kami tidak bisa. Betul?” tutur Prabowo dengan tegas, yang diiringi oleh gemuruh tepuk tangan massa yang hadir.

via Prabowo : Jangankan Membagi Uang, Membagi Kaos pun Kami Tidak Bisa

credit by #913

Ternyata Lawan Petahana Tidak Hanya Kubu Prabowo, Tetapi Ditambah Fakta Di Lapangan

Prabowo Subianto mulanya dianggap sebagai satu satunya rival Jokowi sebagai capres petahana . Tiba-tiba,setelah debat kedua muncul data dan  fakta di lapangan  yang  juga turut menjadi lawan jokowi. ada beberapa Hal yang saat ini telah menjadi ancaman serius dan tidak boleh dipandang sebelah mata oleh Jokowi.

Pertama, organisasi seperti greenpeace, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Konsorsium Pembaruan Agraria dll

Ketika dalam debat kedua Jokowi Kelompok ini muncul menjadi penentang menyemburkan sejumlah data yang tidak akurat. Sebagai Contoh Jokowi menyatakan tidak lagi terjadi  kebakaran hutan, selama tiga tahun terakhir masa pemerintahannya. Fakta ini keluar dari kenyataan bahwa masih terdapat kebakaran hutan di era pemerintahan jokowi.

dari  catatan Greenpeace, adalah benar angka kebakaran hutan pada tahun 2018 menurun, tetapi, sepanjang tahun 2015-2018 tetap terjadi kebakaran hutan. Akan tetapi, klaim Jokowi selama tiga tahun terakhir tidak ada kebakaran hutan. Lalu terjadi kebakaran hebat di hutan Riau, tepat dua hari setelah ajang debat digelar. Oleh karena kebakaran hebat itu, kondisi darurat kebakaran hutan pun ditetapkan oleh Pemerintah daerah Riau

DI samping itu, Walhi juga menyatakan, bahwa, terkait keberhasilannya menangani masalah lingkungan, Jokowi membuat pernyataan secara berlebihan. Walhi juga menilai, dalam melakukan pembangunan infrastruktur, Jajaran pemerintahan Jokowi juga dinilai belum memperhatikan seluruh dampak lingkungan

Berdasarkan catatan Konsorsium Pembaruan Agraria dinyatakan, telah terjadi 410 konflik agraria, dengan melibatkan 87 ribu lebih kepala keluarga di berbagai provinsi di daerah.

Hal yang kedua cek fakta dan data atau live fact-checking debat capres 2019 yang dilakukan oleh media massa. Google News Initiative, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan FirstDraft

Dari penelusuran tersebut, maka ada beberapa klaim data yang tidak akurat, yang  dinyatakan  oleh Jokowi. sehingga lawan jokowi sebagai capres petahana tidak hanya kubu prabowo. Jokowi mengklaim pada tahun 2014 impor jagung sebesar 3.5 juta ton. Pada tahun 2018 turun menjadi hanya 180.000 ton padahal fakta di lapangan terungkap angka impor jagung di tahun 2018  jauh lebih besar dari klaim Jokowi

via Ternyata Lawan Petahana Tidak Hanya Kubu Prabowo, Tetapi Ditambah Fakta Di Lapangan

credit by #913

Tim Sukses Prabowo : Negarawan Berbicara Persoalan Secara Menyeluruh, Bukan Sekedar Data Teknis

Terkait persoalan jejak rekam calon presiden baik Jokowi maupun Prabowo jelang Debat Capres ketiga Pilpres 2019, anatara Fadli Zon dan Maruarar Sirait ternyata sempat berdebat hebat.Fadli Zon yang merupakan tim Sukses Prabowo Subianto mengatakan bahwa seorang negarawan seharusnya berbicara suatu persoalan secara menyeluruh, bukan malah menghafalkan data dan angka teknis

Dalam sebuah acara diskusi bertajuk “Batasan Norma Dalam Debat Capres”, yang digelar di media center DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Kamis 21 Februari 2019 debat antara Politisi Partai Gerindra Fadli Zon dan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Maruarar Sirait itu terjadi.

Dalam acara diskusi yang digelar jelang gelaran Debat Capres ketiga Pilpres 2019, tidak hanya dihadiri oleh Fadli Zon dan Maruarar Sirait. Akan tetapi, hadir pula Rahmat Bagja, yang merupakan Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Dengan iundang untuk membahas polemik dugaan pelanggaran tata tertib debat capres kedua oleh calon presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto di Pilpres 2019, sebanarnya merupakan tujuan utama diundangnya Fadli Zon maupun Maruarat Sirait

Ketika Fadli Zon menuturkan pandangannya mengenai penampilan kedua calon presiden dalam berdebat merupakan awal dari perdebatan keduanya. Fadli menilai, Prabowo Subianto mampu tampil sebagai seorang negarawan yang menyentuh persoalan filosofis,substantif dan strategis.

Oleh karena terlalu banyak memaparkan data dan angka serta hal-hal teknis, di samping itu, Fadli menganggap Jokowi seperti sedang menjalani “managerial debate”

“Sebetulnya debat juga satu contest of character dari masing-masing kandidat bagaimana dia menempatkan diri,” tutur Fadli Zon menerangkan

“Apakah dia menempatkan diri sebagai seorang negarawan atau dia sebagai politisi, apakah dia sebagai manajer atau dia sebagai tukang. Diibaratkan begitu,” ujar Fadli lagi

Menurut fadli zon yang berada di tim sukses prabowo-sandiaga Uno, Prabowo hadir sebagai negarawan yang berbicara suatu persoalan secara menyeluruh ketika dilangsungkan debat. Dalam waktu yang sempir, Prabowo tidak membicarakan data teknis apalagi data salah. Prabowo melihat suatu masalah secara keseluruhan dan menghadirkan solusi dari masalah tersebut, namun tidak perlu dijabarkan data data detail yang kurang perlu.

 

via Tim Sukses Prabowo : Negarawan Berbicara Persoalan Secara Menyeluruh, Bukan Sekedar Data Teknis

credit by #913

Thoriqoh Syathoriyyah An-Nahdliyyah Dukung Prabowo-Sandiaga Uno

Prabowo Subianto, selaku calon presiden nomor urut 02 berkunjung ke Pondok Pesantren Thoriqoh Syathoriyyah An-Nahdliyyah Tambak Deres, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 19 Februari 2019 untuk bersilahturahmi dengan para ulama dan kiai se-Jawa. Di kesempatan ini pimpinan Thoriqoh Syathoriyyah An-Nahdliyyah menhyatakan mendukung Prabowo-Sandiaga Uno sebagai presiden dan wakil presiden RI 2019-2024

Oleh warga dan pengurus ponpes KH Muhammad Soepiyan Al Mursyid, Prabowo disambut dengan meriah. Dengan  didampingi oleh Hashim Djojohadikusumo sebagai Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan Sugiono selaku Direktur Kampanye BPN,  Prabowo datang ke sana. Atas kehadiran Prabowo di pondok pesantren binaannya itu, KH Muhammad Soepiyan Al Mursyid atau akrab disapa Kiai Soepiyan sangat berterima kasih,  karena para jemaah, santri, dan warga sekitar ponpes hanya bisa melihat dan mendengar pidato Prabowo dari televisi, selama ini.

Kiai Soepiyan yang juga Ketua Umum Jaamiyyah Ahlith Thoriqoh Syathoriyyah An-Nahdliyyah Indonesia, ketika memberi sambutan  menegemuakan, pada Pilpres 2019, pihaknya memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto

“Menurut pandangan saya, Pak Prabowo itu orangnya enak, baik, dan ramah, tegas, dan Pak Prabowo tidak suka bohong. Saya paling senang sama orang yang tegas dan berwibawa. Saya enggak dikasih apa-apa sama Pak Prabowo,” tutur Kiai Soepiyan, seperti dilansir dari siaran pers tim media center pasangan Prabowo-Sandiaga, pada hari Selasa 19 Februari 2019

“Saya tahu beliau. Beliau itu mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, ingin kemakmuran rakyat Indonesia. Makanya, kami dukung bersama-sama dan semoga beliau mendapatkan rahmat Allah SWT. Jadi, saya enggak deklarasi, tapi cuma dukung,” tutur Kiai Soepiyan menambahakan

Lebih lanjut, Kiai Soepiyan juga mengajak seluruh jemaah untuk berjuang memenangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Sementara itu, Prabowo mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan para kiai, ulama, dan tokoh agama. Ia berjanji akan berjuang menciptakan rasa keadilan dan mewujudkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutannya dan doa serta dukungan saudara-saudara kepada saya dan saudara Sandiaga Uno,” ujar Prabowo, ketika ia menyampaikan kata sambutannya.

“Niat kami tidak ada yang negatif. Niat saya tadi sudah disinggung bahwa saya akan berbakti kepada bangsa dan negara. Dan itu akan kami berikan untuk memberikan rasa keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Prabowo yang juga dikenal sebagai  Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Asosiasi Thoriqoh adalah sebuah asosiasi yang diakui oleh Nahdlatul Ulama (NU).Sedangkan Thoriqoh Syatoriyah merupakan anggota Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Mu’tabarah An-Nahdliyyah yang merupakan asosiasi Thoriqoh. Terutama di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, Thoriqoh Syatoriyah memiliki jemaah yang tersebar di seluruh Indonesia. Thoriqoh Syatoriyah menyatakan dukungan kepada Prabowo-Sandiaga Uno untuk maju sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI masa jabatan 2019-2024

via Thoriqoh Syathoriyyah An-Nahdliyyah Dukung Prabowo-Sandiaga Uno

credit by #913

Bersimpati Kepada KPU, Prabowo Menolak Anjuran Boikot Debat

Ferdinand Hutahaean,  yang merupakan salah seorang politisi Partai Demokrat mengeukakan, kepada calon presiden Prabowo Subianto, ia sempat menyarankan, agar Prabowo memboikot ajang debat capres kedua. namun Saran dari Ferdinand Hutahaean ini ditolak oleh Prabowo Subianto yang bersimpati kepada KPU  dan memilih melanjutkan debat itu

Ferdinand Hutahaean, yang juga merupakan Wakil Direktur Bidang Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu mengemukakan, sebagai tanggapan  serangan calon presiden dari kubu lawan, Joko Widodo, maka Ferdinan mengeukakan saran tersebut

Data kepemilikan lahan Prabowo seluas ratusan ribu hektare di dua wilayah adalah sumber dari hal ini. Ferdinand menganggap Prabowo telah mendapat serangan secara pribadi dari Jokowi. Akan tetapi, dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak ada teguran sama sekali.

“Saya sarankan beliau (Prabowo) untuk boikot ketika Jokowi nyerang beliau tapi tidak ditegur KPU dan Bawaslu,” kata Ferdinand ketika dimintai keterangan oleh pihak kami, pada hari Selasa 19 Februari 2019

Saat Jokowi melontarkan pernyataannya, Ferdinand berada di area debat. Ferdinand mengemukakan, Prabowo lebih bersikap ksatria dengan memilih untuk menolak usulan boikot tersebut dan bersikap untuk tetap mengikuti debat hingga selesai

“Pak Prabowo bersimpati dan empati, kasihan KPU, kita lanjutkan saja. Akhirnya kita tuntaskan acara debat,” kata Ferdinand lagi

Saat itu, kata Ferdinand, Prabowo mendekati pendukungnya untuk berusaha menenangkan situasi. Menurut dia, Prabowo tak ingin ada keributan saling sorak di arena debat. “Dia beri isyarat dengan tangan seperti ingin redam,” katanya.

Jokowi justru dianggap oleh Ferdinand bahwa dirinya tidak memiliki itikad baik dengan menenangkan pendukungnya. Malahan, ia juga menuduh Jokowi seolah menikmati keributan tersebut. Tudingan tersebut disebabkan karena jumlah pendukungnya lebih banyak yang datang.

“Pak Jokowi begitu menikmati suasana itu, mungkin dia happy. Karena saya lihat Jokowi tak berusaha untuk menenangkan pendukungnya,” tambah Ferdinand melanjutkan.

Ferdinand mengharapkan, sebagai pihak yang membuat aturan debat, KPU bisa bersikap adil dan tegas atas setiap dugaan pelanggaran. Disamping itu, Ferdinan juga mengemukakan, seharusnya keberlangsungan debat harus mampu diawasi oleh Bawaslu. Saran ferdinand kepada Prabowo untuk memboikot jalannya debat ditolak Prabowo Subianto kerena ia bersimpati kepada KPU yang telah susah payah menyelenggarakan acara debat dan kemudian ia melanjutkan debat itu sebagaimana dijadwalkan

 

via Bersimpati Kepada KPU, Prabowo Menolak Anjuran Boikot Debat

credit by #913

Bantu Infrastruktur dan Permodalan Untuk Nelayan Kecil, Prabowo Akan Bentuk BUMN Khusus

Prabowo Subianto, selaku calon presiden nomor urut 02menyampaikan, bahwa saat ini banyak persoalan-persoalan yang dihadapi oleh nelayan kecil. seperti tidak adanya akses teknologi, akses kepada permodalan dan kapal. Untuk itu ia akan membentuk BUMN khusus untuk membantu Nelayan kecil ini

“Dan dibatasi peraturan yang sangat membatasi kemampuan nelayan kecil untuk melaut dan melaksanakan pekerjaannya,” ujar Prabowo menerangkan, ketika ia menjalani Debat Capres putaran kedua, yang diselenggarakan  di Hotel Sultan Jakarta, pada hari Minggu 17 Februari 2019.

Sedangkan Jokowi membanggakan keberhasilan  penenggelaman kapal pencuri ikan.

“Kita telah mengejar 7000 kapal asing ilegal fishing yang melakukan pencurian ikan di perairan kita. Ada 488 kapal yang telah kita tangkap, kita tenggelamkan. Sekarang ini kapal banyak 7000 bisa dikatakan sudah tidak ada lagi, menjadi kesempatan nelayan kita untuk manfaatkan SDA laut kita agar bisa mereka lebih sejahtera,” tutur Jokowi, ketika ia menjalani debat  di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

Akan tetapi, program Jokowi sangat berbeda dengan solusi yang dimiliki Nasib para nelayan lebih dipentingkan oleh Prabowo. Prabowo menilai, saat ini, banyak kebijakan pemerintah, yang justru membuat masyarakat harus memikul beban yang berat

“Yang jadi masalah sekarang adalah, para nelayan miskin itu tidak punya akses kepada teknologi tidak punya akses kepada kapal, akses kepada modal dan dibatasi oleh peraturan yang sangat membatasi kemampuan nelayan kecil untuk melaut dan untuk melaksanakan pekerjaannya,” ujar Prabowo menjelaskan.

Kemudian, Prabowo menjelaskan tentang solusi yang dimilikinya. Prabowo mengemukakan, sebagai solousi, ia akan membentuk  badan usaha milik negara (BUMN) yang khusus di bidang perikanan.

“Strategi kami negara hadir, kami akan membuat BUMN khusus di bidang laut dan perikanan,” kata Prabowo lagi

Lalu, prabowo berpendapat sebaiknya para nelayan tersebut perlu dibantu dengan infrastruktur seperti sarana pendingin, dan pemasarannya dibantu pemerintah.

“Kemudian diberi prasarana, cold storage, pengalengan dan pemasaran dibantu pemerintah,” ujar Prabowo mengakhiri pernyataannya

untuk membantu nelayan kecil itu Prabowo akan membentuk BUMN yang khusus membantu para nelayan kecil di seluruh nusantara

 

 

via Bantu Infrastruktur dan Permodalan Untuk Nelayan Kecil, Prabowo Akan Bentuk BUMN Khusus

credit by #913

Prabowo : Kasus Negara Gagal Itu Karena Banyak Korupsi, Bukan Saya Pesimis, Tapi Kita Harus Waspada

Prabowo Subianto, selaku Calon presiden nomor urut 02 juga memuji kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam debat kedua Pilpres 2019, Minggu , 17 Februari 2019. Selama ini Prabowo dituduh menyebar pesimisme, namun dari debat itu kita mengetahui prabowo mengajak kita untuk waspada. Karena pada kasus negara gagal dimulai dengan banyak kasus korupsi di lembaga negara

Prabowo menyatakan, jika ada orang yang memiliki pemikiran yang berbeda dengan diri kita, bukan berarti musuh, Prabowo juga menyatakan bahwa ia dan Jokowi memiliki hubungan yang sangat baik.

“Buat saya bersaing itu biasa-biasa saja lah,” kata Prabowo lagi

Prabowo, yang juga dikenal ssebagai Mantan Pangkostrad ini menyatakan, bahwa saat ini, ia sedang ikut membangun demokrasi. “Dan demokrasi harus begitu,” ujar Prabowo menerangkan.

Saat membahas infrastruktur, pengakuan Prabowo itu disampaikan. Prabowo menyatakan, dirinya menghargai apa yang sudah dilakukan Pemerintahan Jokowi., ketika ia  diberi kesempatan untuk menanggapi

Untuk membangun infrasturktur, Prabowo menilai, Jokowi dan pemeritahannya sudah bekerja keras. Untuk dapat mempercepat kesejahteraan masyarakat, Prabowo menyampaikan, bahwa ia telah memiliki solusi tersendiri. Bagi-bagi sertifikat Jokowi juga diakui Prabowo sebagai program yang menarik.

Dengan adanya persaingan berlangsung sehat dan biasa-biasa aja merupakan hal yang diinginkan oleh Prabowo Subianto. Bagi generasi muda, persaingan yang baik akan menjadi contoh yang patut diteladani

“Kita ingin negara kita ini, bersaing itu biasa-biasa aja lah. Apalagi generasi kalian harus lihat persaingan itu baik. Debat itu boleh. Di dalam ruang debat keras-kerasan di luar itu baik lagi. Ini adalah membangun demokrasi. Demokrasi harus gitu, untuk anak-anak muda ini,” tutur Prabowo menerangkan

Prabowo mengemukakan, bahwa dirinya merasa cukup puas dengan jalannya debat tadi. . “Ya oke lah ya,” ujar Prabowo sambil tersenyum

Dalam debat tadi, Prabowo tampak membawa buku di mejanya. Prabowo mengemuakan, bahwa buku itu menceritakan tentang negara-negara gagal.

“Buku yang saya baca terus itu ‘Why Nations Fail’. Ini sedang saya pelajari terus. Ini menarik sekali. Jadi rupanya negara-negara gagal itu lembaga-lembaganya rusak, korupsinya terlalu banyak. Kita harus waspada. Bukan saya pesimistis lho. Nggak pesimistis. Waspada,” kata Prabowo lagi.

 

via Prabowo : Kasus Negara Gagal Itu Karena Banyak Korupsi, Bukan Saya Pesimis, Tapi Kita Harus Waspada

credit by #913

Prabowo: Negara Ini Membutuhkan “The Best And The Brightest Brain In The Country”

Untuk menentukan calon menteri, Sugiono, selaku Direktur Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengemukakan, bahwa pihaknya baru memiliki kriteria Menteri yang akan diangkat. Belum mengarah kepada nama namun menurut Prabowo Subianto, Negara Ini Membutuhkan “The Best And The Brightest Brain In The Country” untuk posisi menteri dan setingkat menteri

Beberapa hari yang lalu, telah beredar foto secarik kertas yang berisi nama-nama calon menteri. Sejak hari Jumat siang 15 Februari. foto nama-nama mentir  itu sudah beredar di Twitter

Sugiono, yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra  menepis anggapan bahwa nama-nama calon menteri yang disiapkan memang sudah ada nama-nama calon menteri yang disiapkan.

“Enggak ada kita nyusun-nyusun menteri. Tapi sebagai patokan, Bapak (Prabowo) selalu bilang, siapapun dalam rangka menyelesaikan masalah bangsa ini, diperlukan the best and the brightest brain in the country,” ucap Sugiono ketika dimintai keterangan oleh phak kami

Untuk menentukan calon menteri dan kepala lembaga negara, Sugiono membenarkan, bahwa kriteria umum yang akan digunakan adalah the best and the brightest brain in the country

“Iya itu. Persis. Persis,” ujar Sugiono lagi.

Sugiono merupakan salah seorang yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Prabowo. Dalam kegiatan yang dihadiri Prabowo, Sugiono selalu hadir bersamanya. Ketika menjenguk Ani Yudhoyono yang tengah dirawat karena mengidap kanker darah, ia juga ikut mendampingi Prabowo ke Singapura

Sugiono juga menjelaskan, bahwa orang-orang yang akan dipilih oleh Prabowo, merupakan orang yang berasal dari berbagai kalangan

“Bisa juga berasal dari partai yang saat ini tidak bersama kita,” ujar Sugiono memaparkan.

“Yang penting dia punya kapasitas dan kejujuruan dan akhlak yang baik. Tetapi Belum pernah ngomong sampai menteri ini atau jabatan ini untuk siapa,” ucapnya lagi

Atau yang disebut sebagai “The Best And The Brightest Brain In The Country”. Untuk itu, Sugiono menambahkan, bahwa orang yang akan dipilih oleh Prabowo untuk menempati posisi menteri, tidah hanya orang yang berasal dari partai politik saja. tidak hanya dari partai koalisi Prabowo-Sandiaga Uno saja

via Prabowo: Negara Ini Membutuhkan “The Best And The Brightest Brain In The Country”

credit by #913

Prabowo: Bangsa Ini Menghadapi Banyak Kesulitan, Mari Kita Cari Solusi

Prabowo Subianto, yang merupakan Calon presiden nomor urut 02 mengutip kalimat pahlawan nasional Sutomo atau Bung Tomo, ketika ia mengakhiri pidato kebangsaannya Prabowo pun ikut mengumandangkan kalimat takbir di depan para peserta yang hadir. Prabowo mengatakan saat ini bangsa indonesia menghadapi banyak kesulitan terutama di bidang ekonomi dan ia mengajak seluruh rakyat indonesia untuk bersama sama mencari solusi bangsa.

“Saya, saya terinspirasi oleh Bung Tomo. Bung Tomo dalam waktu menghadapi ancaman dari asing, mereka ingin menggempur Kota Surabaya, beliau jawab ‘lebih baik hancur daripada dijajah kembali’. Sebagai muslim, izinkanlah untuk mengumandangkan takbir: Allahu Akbar…,” ujar Prabowo, ketika ia mengakhiri pidato kebangsaan di Grand Ballroom,  Hotel PO Semarang, Jawa Tengah, pada hari Jumat 15 Februari 2019

Disamping itu, Prabowo Subianto, capres 02 juga berjanji, bahwa ia akan berbakti kepada bangsa. Ia pun menghimbau, agar para elite untuk tidak tinggi hati.

“Ojo dumeh, ojo adigang adigung adiguno, ojo ngoyo, ngoyo. Tapi juga ojo wedi, tidak boleh takut. Siapa yang berani dialah yang menang saudara-saudara sekalian. Dan yakinlah, yakinlah bahwa hanya satu kepastian di dunia ini suatu saat kita akan dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, betul. Kok begitu saya ngomong diam semua? Ya memang, pasti dipanggil kita, dan belum tentu yang tua duluan,” ujar Prabowo menuturkan

“Karena kita sudah mengerti itu dan kita paham bahwa kita dipanggil, tidak bisa bawa banyak harta, ya kan? Jadi, hei para koruptor, itu mobil-mobilmu nggak bisa dibawa nanti,” ujar Prabowo menambahkan

Prabowo merasa sanagt yakin, bahwa ia dapat membawa Indonesia ke jalan yang lebih baik. Tapi Prabowo mengatakan bahwa hal tersebut harus dengan ada syarat. Apa syarat yang dimaksud oleh Prabowo?

“Syaratnya adalah kita harus mencari putra-putra dan putri-putri terbaik bangsa Indonesia. Terbaik artinya terbaik otaknya, terbaik hati dan akhlaknya,” kata Prabowo menandaskan.

Permasalahan kondisi bangsa juga dikatakan ole Prabowo dalam pidatonya. Prabowo Subianto, yang juga dikenal sebagai Mantan Danjen Kopassus berjanji, bahwa dari permasalahan yang sedang dihadapi bangsa ini, maka ia akan mencarikan solusi

“Demikian yang ingin saya sampaikan, para pakar rela berjuang dengan keahlian masing-masing, kita akan mencari solusi-solusi dari masalah-masalah kesulitan-kesulitan bangsa kita. Insyaallah kita akan mencapai, kita yakin Indonesia menang,” ujar Prabowo dengan penuh keyakinan.

 

via Prabowo: Bangsa Ini Menghadapi Banyak Kesulitan, Mari Kita Cari Solusi

credit by #913