Konferensi Nasional kembali digelar oleh Partai Gerindra. Konferensi Nasional Partai Gerindra 2018 ini berlangsung tertutup dan dihadiri sejumlah tokoh partai koalisi maupun agama. Calon wakil presiden Sandiagao Sholahudin Uno pun menghadiri perhelatan tersebut, walau ia sudah bukan kader Partai Gerindra. Prabowo dan Sandiaga akan memberi semangat para caleg untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno di daerah masing-masing
Konferensi Nasional tersebut juga dihadiri oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Waketum Gerindra Fadli Zon. Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang juga anggota Dewan Pembina Gerindra Djoko Santoso, hingga koordinator jubir BPN Dahnil Anzar Simanjuntak. Secara garis besar, konferensi ini bertujuan meningkatkan kesiapan internal partai Gerindra dalam menghadapi pemilu 2019 yang akan berlangsung 4 bulan lagi
“Itu dalam rangka konsolidasi internal Gerindra. Seluruh ketua, sekretaris, bendahara DPC se-Indonesia juga seluruh caleg baik DPR, DPRD Tingkat I, dan DPRD Tingkat II datang,” anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade memberikan keterangannya kepada narasumber kami.

Dalam pidatonya, Prabowo membahas keadaan negara saat ini, dan juga yang berhubungan dengan masalah partai, juga hal yang berhubungan dengan pencalonannya sebagai calon presiden, pada pemilu 2019. Dalam acara tersebut, ikut hadir pula, para elit dari partai pendukung
“Pak Prabowo diagendakan pidato, Sekjen (Ahmad Muzani) juga, pimpinan DPP. Kita akan membahas konsolidasi internal untuk menyikapi pileg dan pilpres yang akan kita hadapi. Sekaligus memberikan kondisi terkini kepada seluruh kader yang hadir” ujar Andre sebelum acara dimulai
Konferensi Nasional ini. dimulai pada jam 07.00 WIB. Di dalam Konferensi Nasional ini para kader, tim sukses dan para undangan memakai stelan kemeja lengan panjang, yang berwarna berwarna biru dengan celana panjang berwarna krem, sebagai bawahannya. Bagi hadirin laki-laki, menggunakan peci berwarna hitam, sedangkan untuk perempuan diwajibkan memakai hijab berwarna krem.
Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan acara tersebut diselenggarakan untuk memberi semangat caleg agar memenangkan Prabowo-Sandi di propinsi masing-masing.
“Apa yang disampaikan Prabowo dan Sandi akan memberi semangat para caleg untuk memenangkan capres no urut 02 di daerah masing-masing,” jelas muzani.
Muzani mengatakan pembekalan juga akan diberikan kepada relawan untuk mensukseskan Pemilu 2019.
via Prabowo-Sandiaga Uno Memberi Semangat Kepada Caleg Gerindra
credit by #913
Calon presiden Prabowo datang ke acara tersebut dibonceng salah satu pengendara ojeg online. Ribuan pengendara ojeg online, yang datang ke acara tersebut telihat sangat bersemangat dan gembira. mereka pun mengibarkan Sang merah Putih dan berbagai atribut komunitas, ketika Prabowo hadir di tengah mereka. Setibanya di lokasi, komunitas ojeg online langsung meminta calon presiden 02 tersebut untuk naik ke atas panggung.
“Karena itu, kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah. Karena elite Indonesia selalu mengecewakan, selalu gagal menjalankan amanah rakyat Indonesia. Sudah terlalu lama elite yang berkuasa puluhan tahun, sudah terlalu lama mereka memberi arah keliru, sistem yang salah,” Prabowo.menegaskan
“Jadi saudara, sudah dikatakan, kita merasakan getaran rakyat, kita merasakan rakyat ingin perubahan, rakyat ingin perbaikan, rakyat ingin pemerintah yang bersih dan tidak korupsi. Betul?” Prabowo menegaskan dalam pidatonya, ketika menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Convention Center, kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat, pada hari Senin (17/12/2018).
“Saya harus jadi pemimpin semua suku, agama, ras, semua etnis. Kalau ada satu warga dari satu kelompok atau suku, satu agama yang dizalimi yang tidak terima keadilan, itu tugas pemimpin untuk membelanya,” Prabowo memberi pernyataannya, ketika ia berada di dalam acara ramah tamah dengan masyarakat Tionghoa, yang digelar di Ballroom Suncity,di wilayah Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, pada hari Jumat 7 Desember 2018
Sandiaga melihat-lihat keadaan seluruh pabrik, dan melihat dengan langsung, cara memotong bahan, menjahit, sampai bagaimana mereka dapat menciptakan pakaian yang bagus. pabrik tekstil, yang berdiri sejak tahun 1958 itu, merupakan sebuah wadah untuk para penjahit, yang kemudian berkembang, dan dapat memiliki hubungan bisnis, dengan beberapa institusi pemerintahan, dalam pembuatan seragam dinas. Sekarang ini, pabrik tersebut memiliki sekitar 300 karyawan..
Prabowo menyambut mereka dengan penuh keramahan dan akrab. Selain itu, Prabowo juga memberikan semangat pada mereka.
“Kami tidak pernah menyangka bahwa (pilkada 2017) Jakarta, misalnya, yang surveinya gila-gilaan pada waktu itu hasilnya berbeda,” Sudirman menjelaskan, ketika diwawancara di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Desember 2018.
“Pak Djoko orang Solo, nanti juga ada yang dekat rumah Pak Jokowi, hanya beberapa meter. Kemarin Pak Djoko mengatakan ada 4 tempat salah satunya deket rumah Pak Jokowi, itu sudah milik lama, bukan ujug-ujug kita sewa di sana. Itu punya Pak Djoko memang nanti rencana dimanfaatkan untuk posko,” ungkap Wachid, ketika ia berada di Semarang, Selasa (1/12/2018).
“Prabowo Sandi menyadari, Jateng adalah medan yang menantang, dan pengalaman pilpres 2014, kekalahan Prabowo di Jateng besar. Karena itu, Jateng menjadi perhatian khusus. Sudah dipertimbangkan kemungkinan pak Sandi akan pindahkan pos pemenangan di Jateng,” Sudirman Said memaparkan, saat dimintai keterangan, pada hari Minggu (9/12/2018) pagi.