Prabowo-Sandiaga: Ayo Sama-Sama Selesaikan Permasalahan Bangsa

Sandiaga Uno, Cawapres nomor urut 02 mengomentari  tentang liputan pers pada acara Reuni 212 .seharusnya pemberitaan Reuni Akbar 212 mendapat tempat lebih banyak di media karena acara tersebut melibatkan jutaan manusia. Kenyataannya masyarakat mengeluhkan pemberitaan Reuni Akbar 212 sangat minim, Namun Sandiaga meminta untuk tidak menyalahkan media. Sandiaga mengajak  kita sama-sama angkat suara yang ada di bawah ini supaya kita bisa selesaikan permasalahan bangsa kita.

“Saya kan juga punya media monitoring sangat wide coverage-nya padahal yang diutamakan itu adalah satu esensi yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia secara keseluruhan yaitu mereka inginkan persatuan, ingin ukhuwah islamiyah,” ujar Sandiaga, ketika diwawancara oleh narasumber,  di Mall Metro Cipulir, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu (8/12/2018).

Dalam pandangan Sandiaga Uno, Reuni 212 tersebut merupakan suatu acara yang sangat besar, maka menurut pendapatnya, publik hanya ingin menerima berita yang berimbang, dan tidak ada  keberpihakan pada pihak mana pun.

Sandiaga turut serta menanggapi berita kekesalan Prabowo Subianto. Kekecewaan Prabowo tersebut, karena Reuni 212 seharusnya banyak diliput oleh banyak media nasional. Dalam hal ini, Sandiaga tidak menyalahkan media, malah dia menghimbau masyarakat, terutama para simpatisan agar memusatkan segenap perhatian pada kampanye Prabowo-Sandiaga.

“Let’s create voice, don’t create noise. Ayo kita sama-sama angkat suara yang ada di bawah ini supaya kita bisa selesaikan permasalahan bangsa kita,” tutur Sandiaga.

 

Sandiaga menyatakan,  bahwa insan pers merupakan sahabatnya “Dan siapa pun yang terpilih nanti akan menjadi sahabat media, kok. Saya tidak akan mungkin di sini, Pak Prabowo tidak mungkin di sini tanpa ada pemberitaan media, kalo tidak ya tidak akan dikenal saya di daerah,” Sandiaga menandaskan

Prabowo menyatakan ia selalu membeli delapan surat kabar setiap harinya, dan kemudian ia menghubungi ke delapan perusahaan koran tersebut, untuk menyatakan bahwa mereka telah meberikan berita bohong, berkaitan dengan jumlah simpatisan Reuni Akbar 212, Sandiaga pun menyatakan, bahwa ia telah membeli lima surat kabar setiap hari, dan menemukan hanya ada satu  media yang meberitakan kebenaran tentang jumlah simpatisan Reuni 212 tersebut.

Capres Presiden, Prabowo Subianto, sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya pada insan  pers. kekecewaan Prabowo tersebut diungkapkannya, ketika ia menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional, yang diselenggarakan Pusat pada Rabu (5/12), di hotel Sahid Jaya, Jakarta

Capres dari Partai Gerindra itu menyatakan kekecewaannya terhadap insan pers, setelah diadakannya Reuni Akbar 212, yang dilaksanakan pada hari Minggu (2/12), di lapangan Monumen Nasional (Monas). menurutnya tidak ada satu pun media yang memberitakan secara rinci tentang acara besar tersebut.

“Ini aneh bin ajaib,” katanya.  “Ini ada wartawan gak di sini? Mungkin wartawan ke sini yah saya khawatir hanya menunggu saya salah bicara. Karena mereka tahu Prabowo jarang pakai teks, karena Prabowo bicara dari hatinya, bukan dari mana-mana,”  ia melanjutkan diiringi sorak pendukungnya

via Prabowo-Sandiaga: Ayo Sama-Sama Selesaikan Permasalahan Bangsa

credit by #913

Prabowo : WNI Keturunan Tionghoa Sama Dalam Hak dan Kewajiban

Warga Tionghoa adalah bagian dari bangsa Indonesia, dalam pandangan Capres nomor urut 02 tersebut.  Prabowo juga berpendapat bahwa etnis Tionghoa mempunyai kewajiban dan hak yang sama dengan masyarakat Indonesia lainnya. Permasalahan tersebut diungkapkannya, ketika Prabowo menghadiri acara ramah tamah dengan pengusaha asal Tionghoa, yang digelar di Super Ballroom Suncity, Gedung Lindeteves, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Jumat malam tanggal 7 Desember 2018, kemarin.

“Bagaimana saya memandang Tionghoa di Indonesia? Saya memandang warga negara Indonesia keturunan Tionghoa sama seperti suku-suku dan kelompok etnis lainnya,” ucap Prabowo.

“Kalian bagian dari Indonesia, sama dengan suku yang lain karena itu kalian punya tanggung jawab yang sama, punya kewajiban yang sama,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan akan pentingnya hidup harmonis yang harus terjalin dalam masyarakat, agar tidak akan terjadi pertikaian. Calon presiden nomor urut 02 tersebut menyatakan secara tegas, bahwa pertikaian itu akan merugikan semua pihak.

Prabowo menyatakan bahwa, saat terjun ke dunia politik , ia memiliki keyakinan untuk selalu bisa  menghindari adanya konfik.

“Perang tidak menguntungkan siapapun. Karena itu waktu saya terjun ke politik dengan pengalaman saya, dengan pemahaman saya, saya akan berjuang untuk menghindari pertikaian, kekerasan dengan cara apapun,” Prabowo menjelaskan.

“Saya berusaha selalu menjaga nilai-nilai Pancasila dengan dasar humanisme,” Prabowo menambahkan.

Sejumlah pengusaha Tionghoa yang telah menyatakan diri untuk mendukung Prabowo pada Pilpres 2019, mereka menggelar acara makan malam dan ramah tamah tersebut

Sasaran utama dari acara makan malam dan ramah tamah tersebut adalah, agar warga masyarakat Tionghoa, khususnya komunitas bisnis bisa memahami visi dan misi yang menjadi program Prabowo.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Media dan Informasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Hashim Djojohadikusumo, anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo, politisi Partai Gerindra Ahmad Dhani Hadir pula Politisi Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, anggota BPN Maher Algadri dan Fuad Bawazier serta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono.

Para petinggi yang turut hadir dalam acara ramah tamah tersebut antara lain: Hashim Djojohadikusumo  Direktur Media dan Informasi Badan Pemenangan Nasional (BPN), anggota BPN Maher Algadri dan Fuad Bawazier serta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono. politisi Partai Gerindra Ahmad Dhani dan Hadir pula Politisi Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto

via Prabowo : WNI Keturunan Tionghoa Sama Dalam Hak dan Kewajiban

credit by #913

Kubu Prabowo: Pers adalah sahabat dari partai Politik

Mardani Ali Sera, yang merupakan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menanggapi kekecewaan Prabowo pada insan media, yang ia nyatakan dalam Hari Disabilitas Dunia, yang diselenggarakan pada hari Rabu 5 desember. Bagi Mardani, kekecewaan Prabowo merupakan bentuk dari kearifan seorang pemimpin, agar insan media lebih imbang dalam menyampaikan berita. meskipun Ia juga menganggap pers adalah sahabat dari partai Politik.

“Jadi kalau buat saya pernyataan Pak Prabowo adalah pernyataan kebijaksanaan pemimpin agar media berlaku adil,” ucap Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 6 desember.

Capres nomor urut 02 tersebut kelihatannya kecewa, karena insan media tidak mempublikasikan dengan obyektf acara Reuni 212 dengan  jumlah peserta yang sebenarnya. Menururt Mardani, tidak adanya konferensi pers resmi adalah masalah utama dari permasalahan ini.

“Kalau menurut saya kemarin mungkin enggak ada konferensi pers. Kita biasanya, sesudah acara, #2019gantipresiden ingat enggak tanggal 6 Mei 2018 abis itu kita konferensi pers, kita bagiin, apa sih isinya, berapa jumlah yang hadir, semua bisa dikutip,” Mardani menjelaskan

“Bahwa ada miss match karena tidak ada konferensi pers sangat mungkin,” Mardani menambahkan

Mardani melanjutkan, bahwa sebaiknya politisi menganggap pers sebagai sahabat dari partai politik. Mardani dapat memahami, bahwa setiap insan media memiliki cara tersendiri.

“Ya tentu setiap media punya kebijakan redaksionalnya masing-masing dan bisaiarkan publik nanti yang menilai. Karena menurut saya ada satu peristiwa yang hot dan bernuansa politik tinggi, bisa jadi hot issue tidak dimuat, ya dia kehilangan momentum untuk attract people untuk masuk ke medianya. Jadi menurut saya itu haknya media,” ungkapnya.

Prabowo Subianto menyatakan kekecewaannya terhadap wartawan selama pidato memperingati Hari Penyandang Disabilitas Sedunia di Grand Sahid Hotel di Jakarta, Rabu 5 desember.

Prabowo menganggap bahwa para insan media yang hadir,hanya mencari kesalahan bahasa yang ia ucapkan saja. Kesalahannya akan menjadi masalah yang siap “digoreng” oleh pihak lain.

“Ada saja enggak di sini, mereka ke sini nungguin gue salah ngomong,” tandas Prabowo.

Pers adalah sahabat dari partai politik, dengan pers, partai politik bisa menyuarakan program programnya. kita mengharapkan pers yang berimbang dan obyektif dalam menyampaikan berita

 

via Kubu Prabowo: Pers adalah sahabat dari partai Politik

credit by #913

Pidato Prabowo Sering Dipelintir Media

Partai Gerindra menganggap  kritik terhadap media yang disampaikan oleh Prabowo Subianto sangat masuk akal. Gerindra merasa bahwa media sering tidak adil dalam menginformasikan apa yang telah dinyatakan oleh Prabowo kepada masyarakat, bahkan dalam beberapa permasalahan, pernyataan Prabowo sering dipelintir media sehingga pesan yang sampai sering berlawanan dari apa yang diucapkan.

Akan tetapi, menurut sekretaris jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, Capres nomer urut 02 tersebut  tidak pernah benci  terhadap awak media, yang bertugas di lapangan atau terlibat dalam meliput aktivitasnya. Prabowo kesal, dengan pemilik kantor berita, yang sekarang  ini lebih cenderung menjadi partisan politik daripada menjadi referensi informasi untuk publik.

“Pak Prabowo itu tidak menyalahkan para jurnalis dan wartawan di lapangan yang telah melaksanakan tugasnya, tetapi pak prabowo mengkritik para petinggi dan pemilik media yang memang terkesan sebagai partisan politik,” ucap Ahmad Muzani dalam keterangannya, pada tanggal 5 Desember 2018.

Selain itu, Muzani juga merasa, bahwa ada beberapa pihak, yang mencoba untuk tidak bersikap adil dalam pemberitaan, ketika meliput  aktivitas Prabowo Subianto.

“Ada beberapa peristiwa ya. Pertama pidato Pak Prabowo soal Profesor fisika, ini dipelintir. Soal Ojol, ini dipelintir. Bahkan soal dukungan Prabowo ke Palestina juga dianggap pro Israel, Jelas ini ada yang bermain,” ujar Muzani.

Puncak kekesalan Prabowo, menurut Muzani, karena adanya beberapa media televisi tidak secara imbang memberitakan acara Reuni 212.

“Ketika acara yang sangat besar dan menjadi salah satu sejarah berkumpulnya umat Islam Indonesia malah tidak ditayangkan. Malah kebanyakan dari media menyoroti pasca reuni 212. Ada soal sampahnya, ada soal ditunggangi kelompok politik tertentu. Ini kan bahayanya. Masyarakat tidak dapat informasi yang benar,” tutur Muzani.

Padahal, tutur Muzani, dengan menjadi salah satu dari empat pilar demokrasi, media harus lebih adil, dan berkewajiban untuk memberitakan informasi yang akurat, yang saat ini sangat diperlukan oleh masyarakat.

“Masyarakat punya hak untuk mendapat informasi yang benar. Apalagi, media tv itu kan menggunakan frekuensi publik yang seharusnya bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia dengan pemberitaan yang objektif dan bukan untuk kepentingan sekelompok orang saja,” ujar Muzani.

Oleh karena itu, Muzani menilai, bahwa apa yang dinyatakan oleh Capres nomor urut 02 terhadap media adalah hal yang masuk akal.

“Jadi menurut saya wajar jika Pak Prabowo menyampaikan kritiknya kepada pemilik media dan para pimpinan media. Tapi, jangan tersinggung kalau Pak Prabowo menyampaikan hal tersebut jika kalian memberitakan secara objektif pada masa pemilu ini. Yang tersinggung itu cuma mereka yang tidak objektif,” tandas Muzani.

via Pidato Prabowo Sering Dipelintir Media

credit by #913

Prabowo silaturahmi ke Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya

Dimana bumi  dipijak, disitu langit dijunjung. Begitu ungkapan orang minang. Prabowo Subianto sebagai salah satu panutan bangsa ini paham betul arti silaturahmi dengan pemuka agama, kaum santri di pesantren. Silaturahmi selain berfungsi mempererat tali kekerabatan, juga sebagai sarana komunikasi secara langsung tanpa terhalang jarak

Prabowo Subianto, Calon presiden nomor urut 02,  berziarah ke makam Abah Sepuh dan Abah Anom di Kompleks pesantren Suryalaya, Pagerageung, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada hari Sabtu, 17 November 2018.

Biasanya, peziarah datang dulu ke kediaman sesepuh pondok pesantren. Tapi tidak dengan Prabowo. Begitu dia turun dari helikopter di desa Tanjungkerta, Prabowo langsung menuju ke makam untuk berziarah.

“Seharusnya dari sini (kediaman pimpinan ponpes) baru ziarah ke makam Abah Sepuh dan Abah Anom. Ke sini dulu (pimpinan ponpes) baru diantar ke sana (ziarah). Turun dari heli langsung ke makam Abah Sepuh dan Abah Anom. Alhamdulillah,” kata   KH Zaenal Abidin sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya ketika bersama  Prabowo.

Hal itu, kata Kiai Zaenal  menandakan prabowo  sudah hafal ihwal ziarah. “Tidak (salah). Itu dilakukan oleh orang yang sudah hafal. Beliau sudah tahu (tata cara ziarah),” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Prabowo, Kiai Zaenal Abidin menjelaskan masa kepemimpinan Abah Sepuh, Abah Anom, Abah Sepom, sampai dilanjutkan  penerusnya hingga kini.

Ditanya apakah  kunjungan  ini terkait pilihan pemilihan presiden, Kiai Zaenal menjelaskan bahwa itu bukan soal pilpres. Tapi lebih kepada “silaturahmi”.  katanya.

Mengenai sosok Prabowo, Kiai Zaenal menganggap bahwa calon nomor 02 ini sudah matang pengalaman. Umur sudah 60 tahun lebih. Berarti sudah cukup dianggap orang berpengalaman. Beliau juga adalah bekas menantu Pak Harto,” ucap  Kiai Zaenal.

dalam pengamatan di lapangan, Prabowo disambut oleh ribuan pengikut setibanya di Pesantren Suryalaya. Pengawalan Prabowo dengan  ketat.

Kehidupan berbangsa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan beragama. Terutama karena negara ini menganut prinsip “berketuhanan yang maha Esa”. Segala sendi kehidupan bangsa ini harus selaras dengan kehidupan beragama. Bersilaturahmi ke pondok pesantren adalah salah satu upaya menjalin komunikasi untuk mendengarkan saran dan kritik secara langsung dari tokoh pemuka agama

via Prabowo silaturahmi ke Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya

credit by #913

Prabowo: Gaji Guru Hakim Jaksa Kecil, Karena Kekayaan kita Dicuri

Negara Indonesia bercita cita menggaji guru aparatnya dengan jumlah yang memadai. Namun hal itu belum terwujud karena minimnya anggaran yang tersedia. Anggaran  tersebut dapat dipenuhi apabila kekayaan bangsa yang ada di luar negeri dapat dibawa masuk ke Indonesia.

Kandidat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke  Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada hari Sabtu, 17 November 2018. Ketika ia tiba di sentra produksi Dodol, calon presiden nomor 02 ini segera disambut oleh penduduk dengan  antusias.

Menurut sumber kami, Prabowo disambut  oleh para pendukungnya  yang menunggu sejak pagi. Teriakan “Presiden Prabowo” dan Takbir mengema bersahutan   ketika Prabowo tiba.

“Prabowo Presiden, Prabowo Presiden, takbir, Allahu Akbar,” sambut  warga atas  kehadiran Prabowo di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu, 17 November 2018.

Kehadiran Prabowo di Kabupaten Garut untuk menyaksikan deklarasi relawan Roemah Djoeang Garut untuk Prabowo-Sandi dan untuk mempererat  silaturahmi dengan para pemuka agama dan masyarakat Kabupaten Garut dalam Program Prabowo Menyapa

Ketika tiba di acara deklarasi  Roemah Djoeang Garut, Prabowo menyampaikan orasinya. Dia menyinggung rendahnya pendapatan yang diterima  oleh seorang guru, polisi dan tentara. Karena itu, ia akan berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Itu saudara-saudara kita yang bertugas sebagai keamanan, sebagai polisi, sebetulnya hatinya sayang sama Prabowo, karena apa yang saya omongin itu benar. Gaji mereka kecil, kita tahu bahwa gaji guru, polisi dan tentara itu kecil, karena itu saya akan perjuangkan kesejahteraan mereka, kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ucap  Prabowo di hadapan para  relawan dan warga Garut.

Calon presiden yang berduet dengan Sandiaga Salahuddin Uno  ini  menjelaskan rendahnya gaji dan penghasilan guru, TNI dan polisi. Karena semua ini bermula  dari kekayaan alam masyarakat Indonesia yang tidak dikelola dengan baik. Bahkan, sebagian besar kekayaan alam Indonesia telah dicuri dan dibawa ke luar negeri untuk kepentingan  segelintir kelompok.

“Lalu kenapa gaji guru, polisi, TNI, jaksa, dan hakim itu kecil? Karena uang kita dicuri, kekayaan kita diambil, dirampas ditaruh di luar negeri dan tidak berada di dalam negeri,” ujar  Prabowo.

Oleh karena itu, jika dipercaya oleh rakyat Indonesia dengan mandat sebagai presiden  Indonesia, maka akan berjuang dengan segenap kekuatannya untuk menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan mengelola semua kekayaan sumber daya alam yang dimiliki di Indonesia. sebesar besarnya untuk kepentingan  bangsa Indonesia.

“Jika saya diberikan mandat oleh rakyat Indonesia memimpin bangsa ini, maka saya akan berusaha keras menciptakan cita-cita para pemimpin bangsa dalam menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Polisi, Hakim dan Jaksa adalah pilar penegakan hukum di indonesia. Di tangan merekalah kepastian hukum dipertaruhkan. Mereka kerap berjuang bertaruh nyawa untuk menegakkan keadilan di indonesia. Adalah wajar jika pemerintah memberikan mereka gaji yang memadai agar mereka senantiasa bekerja sekuat tenaga menjadi benteng penegakan hukum di Indonesia

via Prabowo: Gaji Guru Hakim Jaksa Kecil, Karena Kekayaan kita Dicuri

credit by #913

Prabowo Subianto: Kekayaan bangsa Indonesia mengalir ke luar

Pemerataan kekayaan tidak diartikan sebagai merampas kekayaan dari orang kaya dan dibagikan kepada orang miskin. Pemerataan kekayaan dapat berupa pemberikan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang bermutu secara gratis dan merata. Untuk itu, kekayaan bangsa yang selama ini mengalir ke luar, harus dibawa pulang untuk dapat dinikmati sebagian besar rakyat indonesia

Calon presiden (calon presiden), Prabowo Subianto, sekali lagi berbicara bahwa kurang dari 1% orang Indonesia yang menikmati kekayaan Indonesia. Menurut Prabowo, data ini berasal dari Bank Dunia.

Pernyataan itu dilontarkan oleh Prabowo saat berkunjung ke warga desa Sukaraja, desa Jatisari, kecamatan Karangpawitan, Garut, Sabtu 17 November.

“Kekayaan bangsa Indonesia tidak tinggal di Indonesia. Kekayaan bangsa Indonesia mengalir ke luar karena itu, tidak mungkin Indonesia sejahtera. Tidak mungkin Indonesia kuat, karena yang nikmati kekayaan hanya segelintir orang saja. Kurang dari 1% dan itu bukan Prabowo Subianto yang bicara, itu adalah Bank Dunia dan itu saya tuangkan dalam buku saya, Paradox Indonesia,” ujar  Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga membahas kebijakan impor. Ia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia seharusnya  bisa memenuhi kebutuhan  diri sendiri tanpa  perlu mengimpor. Namun demikian, Prabowo memberikan pengecualian terhadap impor barang tertentu.

“Kita harus swasembada pangan dan kita bisa karena negara kita negara pertanian. Swasembada pangan, tidak perlu kita impor, harus kita kelola pertanian dengan baik. Saya yakin, apabila saya diberi kepercayaan, oleh rakyat Indonesia, bersama tim yang saya susun, bersama anak-anak yang paling pintar, saya yakin, kita tidak perlu impor apa-apa. Impor barang, mungkin barang-barang strategis tertentu yang perlu kita impor,” tambah Prabowo.

Dia mengatakan keinginannya untuk maju dalam pilpres adalah untuk mengembalikan arah kebijakan di Indonesia, yang menurutnya tidak benar. Padahal, kata Prabowo, bangsa Indonesia ini sedang dalam arah yang belum benar.

“Saya bersedia karena saya merasakan bahwa negara kita berada dalam arah yang tidak baik, dalam arah yang keliru, dan data-data yang saya kumpulkan selama belasan tahun, puluhan taun, semua data yang saya kumpulkan, semua fakta yang saya kumpulkan, semua menunjukkan arah bangsa ini ke arah yang tidak baik,” lanjut  Prabowo.

Kegiatan ekspor sejatinya untuk menambah kekayaan bangsa yang tergerus oleh impor. Namun ekspor yang gencar seolah olah tidak berpengaruh sama sekali, ketika hasil ekspor itu disimpan di luar negeri. Jika hasil ekspor dibawa masuk ke dalam negeri dan dikonversi ke dalam rupiah , niscaya kita akan cukup memiliki dana yang dapat digunakan untuk membiayai kentingaan bangsa dan negara

via Prabowo Subianto: Kekayaan bangsa Indonesia mengalir ke luar

credit by #913

Sebanyak 38 Prajurit Brigif 2 Marinir Siap Bergabung Dengan Satgas UNIFIL Lebanon

Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Suliono melepas prajurit yang akan bertugas ke Lebanon di Mako Brigif 2 Marinir Gedangan, Sidoarjo, Senin 19 November 2018. Sebanyak 38 prajurit Brigif 2 Marinir dibawah pimpinan Mayor Marinir Indra Jayadi yang bertugas ke Lebanon akan bergabung dengan Satgas UNIFIL Lebanon.

Sedangkan 36 prajurit tergabung dalam Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-M/UNIFIL dan 2 prajurit tergabung dalam Satgas Force Protection Company (FPC).

Komandan Brigif 2 Marinir berpesan kepada seluruh prajurit agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan selalu menjaga nama baik Korps Marinir TNI AL, TNI, Bangsa dan negara, lantaran prajurit yang melaksanakan tugas ke luar negeri merupakan duta bangsa Indonesia.

“Penugasan yang kalian laksanakan ini merupakan bagian dari tinta emas Korps Marinir dan bukti bahwa Korps Marinir selalu hadir dalam setiap Palagan, baik dalam negeri maupun pada tingkat Internasional dalam misi perdamaian dunia dibawah naungan bendera PBB. Saya bangga kepada kalian semua yang telah terpilih untuk melaksanakan penugasan ke Lebanon, jaga nama baik bangsa Indonesia,” tegasnya.

Sebanyak 38 Prajurit Brigif 2 Marinir Siap Bergabung Dengan Satgas UNIFIL Lebanon
Sebanyak 38 Prajurit Brigif 2 Marinir Siap Bergabung Dengan Satgas UNIFIL Lebanon

Sementara itu, Mayor Marinir Indar Jayadi mengatakan, 38 prajurit Brigif 2 Marinir dan prajurit Pasmar 2 yang tergabung dalam Satgas Lebanon akan menuju Jakarta kemudian bergabung dengan prajurit Korps Marinir dari Pasmar 1, Brigif 3 Mar dan Brigif 4 Mar, selanjutnya bergabung dengan induk pasukan yaitu Batalion Infanteri Linud 502/Ujwala Yudha.

via Sebanyak 38 Prajurit Brigif 2 Marinir Siap Bergabung Dengan Satgas UNIFIL Lebanon

credit by #913

Nikmatnya Lumpia Hingga Kuliner Jadul Semarang Di Gelaran Pandanaan Art Festival

Apakah Anda pecinta kuliner khas Semarang? Bagi pecinta kuliner khas Semarang jangan lewatkan gelaran Pandanaan Art Festival 2018. Event yang diinisiasi Pemerintah Kota Semarang itu akan memanjakan lidah pencinta kuliner Semarang dari masa ke masa.

Pandanaran Art Festival berlangsung selama dua hari sejak Jumat-Minggu, 16-18 November 2018. Selain hiburan, pengunjung akan dimanjakan dengan food festival yang menyuguhkan aneka makanan khas Kota Semarang, mulai dari rintisan usaha kecil dan menengah hingga pengusaha muda Kota Semarang. Jenisnya pun bervariasi seperti berbagai olahan lumpia hingga makanan-makanan jadul yang jarang ditemui.

Sebagai event tahunan, Pandanaran Art Festival kali ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya. Salah satunya diberlakukannya pembayaran non-tunai pada saat pengunjung ingin berbelanja di merchant-merchant food festival yang disiapkan. Pembayaran non-tunai yang digunakan, yaitu melalui Gopay.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, layanan pembayaran nontunai ini dimaksudkan untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Semarang melalui kemudahan pembayaran non-tunai. Menurutnya, pertumbuhan sektor UMKM di Kota Semarang mengalami peningkatan setiap tahunnya, sehingga patut didukung oleh kemajuan teknologi seperti Gopay.

Nikmatnya Lumpia Hingga Kuliner Jadul Semarang Di Gelaran Pandanaan Art Festival
Nikmatnya Lumpia Hingga Kuliner Jadul Semarang Di Gelaran Pandanaan Art Festival

“Setelah sebelumnya Pemkot Semarang menggandeng Gopay dalam pembayaran Bus Rapid Transit Trans Semarang, kini layanan ini berekspansi ke UMKM Kota Semarang,” kata Hendrar, Jumat, 16 November 2018.

Hendrar menyebut pertumbuhan sektor UMKM di Kota Semarang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Saat ini peningkatannya sebesar 1,71 persen dengan pergerakan aset mencapai Rp7,5 miliar. “Karena itu kita perlu kita akselerasi dengan teknologi dan digitalisasi yang menggerakkan ekonomi Semarang dengan kemudahan layanan, “ujar dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Litani Satyawati, menambahkan, pada malam puncak Pandanaran Art Festival pada Sabtu, 17 November, pihaknya akan me-launching  program Cashless Gopay yang dapat dinikmati di objek-obyek wisata Semarang.

Untuk informasi, selama gelaran event tersebut juga akan ada art festival yang menampilkan band-band dan tari oleh pelajar se-Kota Semarang. Puncaknya akan ada konser musik gratis bagi masyarakat dengan menghadirkan band papan atas nasional Andra and The Backbone.

via Nikmatnya Lumpia Hingga Kuliner Jadul Semarang Di Gelaran Pandanaan Art Festival

credit by #913

Mengapa Sekolah Di Australia Hapus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia?

Mulai tahun 2019, sebuah sekolah menengah negeri di Canberra, Australia, menghilangkan mata pelajaran Bahasa Indonesia setelah lebih dari 40 tahun diajarkan. Keputusan ini muncul justru di saat Perdana Menteri (PM) Scott Morrison menjanjikan hubungan yang lebih kuat dengan Indonesia.

Narrabundah College menyatakan tidak akan lagi mengajar para siswanya Bahasa Indonesia mulai 2019. Perwakilan media dari ACT Education Directorate mengatakan bahwa keputusan itu dibuat lantaran jumlah siswa yang terdaftar untuk mata pelajaran tersebut rendah. “Keputusan ini dibuat di tingkat sekolah, berdasarkan sekolah demi sekolah,” kata perwakilan tersebut.

Hanya akan ada dua sekolah yang menawarkan siswanya pilihan untuk belajar Bahasa Indonesia di seluruh wilayah negara tersebut, pada tahun depan.

Sabtu lalu, salah satu pelajar di kampus tersebut meluncurkan petisi yang mengatakan bahwa keputusan kampus “tidak adil”. “Kampus harus tetap berkomitmen untuk memprioritaskan pendidikan di atas ekonomi,” bunyi petisi tersebut.

Mengapa Sekolah Di Australia Hapus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia?
Mengapa Sekolah Di Australia Hapus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia?

Petisi itu sudah mengumpulkan lebih dari 5.300 tanda tangan, melebihi target awalnya, yakni 5.000 tanda tangan.

Adalah Aidan Brooke, yang memulai petisi, mengatakan bahwa keputusan itu bertentangan dan akan merampas kesempatan bagi para pelajar di masa depan untuk belajar Bahasa Indonesia. “Gagasan menghilangkan (mata kuliah Bahasa) Indonesia di kampus di ibu kota negara di saat PM (Morrison) berbicara di Indonesia tentang pentingnya hal itu, tampaknya cupet,” katanya.

Sementara seorang analis mengatakan keputusan untuk membatalkan program bahasa Indonesia bertentangan dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat hubungan dan memprioritaskan pengajaran bahasa Asia di kampus.

Sejak menjadi PM Australia pada akhir Agustus lalu, Morrison berjanji untuk mengembangkan hubungan strategis yang lebih dekat antara kedua negara setelah melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke Jakarta.

Janji itu bertujuan untuk menunjukkan komitmen Australia guna memprioritaskan diplomasi regional dan menjalin hubungan yang erat.

“Dengan menghapus Bahasa Indonesia dari apa yang mereka tawarkan, mereka tidak hanya (menentang) rekomendasi umum dari Pemerintah, tetapi juga (akan) melawan kebijakan mereka sendiri,” kata George Quinn, seorang ahli studi Indonesia di Universitas Nasional Australia.

Mengapa Sekolah Di Australia Hapus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia?

Dia mengatakan ada juga kurangnya kepemimpinan yang konsisten oleh Pemerintah Federal dalam hal pengaturan kurikulum nasional untuk bahasa asing. “Keputusan itu akan mengecewakan dan membawa malapetaka bagi hubungan kita dengan Indonesia.” imbuh dia, yang dilansir Kamis (15/11/2018).

Imran Hanafi, atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Canberra, mengatakan langkah selanjutnya adalah berdiskusi dengan pihak-pihak terkait tentang masalah tersebut.

Sedangkan Yacinta Kurniasih, seorang ahli studi Indonesia di Pusat Kebudayaan Indonesia, Monash Herb Feith, percaya bahwa Pemerintah Australia tidak serius tentang pernyataannya bahwa Indonesia penting bagi Australia. “Dengan mengizinkan sekolah yang didanai publik untuk mengakhiri program bahasa Indonesia-nya… jelas dukungan (Pemerintah) masih sangat terbatas,” kata Kurniasih.

Sementara itu, Narrabundah College saat dihubungi untuk berkomentar, namun belum menerima tanggapan.

via Mengapa Sekolah Di Australia Hapus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia?

credit by #913